Vinensia Suci Wardayu
vinensiasuci@gmail.com
Kamis, 29 Januari 2015
Sabtu, 17 Januari 2015
Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH
GLOBALISASI TERHADAP EKSISTENSI KEBUDAYAAN DAERAH
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan karya ilmiah yang
berjudul ‘pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah’. Meskipun
banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi
kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru kami yang telah membantu kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman siswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada guru kami yang telah membantu kami dalam mengerjakan karya ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman siswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan kepada masyarakat dari hasil karya ilmiah ini. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.
Semoga
karya ilmiah yang kami buat ini dapat membuat kita mencapai kehidupan yang
lebih baik lagi.
Kediri, 15 Januari 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar
:…………………………………………………………………………….. i
Daftar isi :…………………………………………………………………………………… ii
BAB
1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
:………………………………………………………………… 1
B. Identifikasi
masalah :…………………………………………………………... 2
C. Rumusan
masalah :…………………………………………………………….. 2
D. Tujuan :………………………………………………………………………... 2
BAB
II KERANGKA TEORITIK DAN RUMUSAN HIPOTESIS
A. Batasan
istilah :………………………………………………………………… 3
B. Sudut
pandang pendekatan :……………………………………………………
3
C. Kerangka
berfikir :………………………………………………………….….. 3
D. Rumusan
hipotesis :……………………………………………………………. 3
BAB
III PEMBAHASAN
A. Pengaruh
globalisasi terhadap budaya :………………………………………... 4
B. perubahan
globalisasi terhadap kebudayaan tradisional di Indonesia :………... 6
C. perubahan
budaya dalam globalisasi kesenian :………………………………... 7
A.
Kesimpulan :……………………………………………………………………. 9
B.
Saran-saran
:…………………………………………………………………… 10
C.
Daftar pustaka :………………………………………………………………… 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu fenomena
khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan
merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi
dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini.
Globalisasi menyentuh seluruh aspek penting kehidupan. Globalisasi menciptakan
berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam
upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan. Globalisasi sendiri
merupakan sebuah istilah yang muncul sekitar dua puluh tahun yang lalu, dan
mulai begitu populer sebagai ideologi baru sekitar lima atau sepuluh tahun
terakhir. Sebagai istilah, globalisasi begitu mudah diterima atau dikenal
masyarakat seluruh dunia. Wacana globalisasi sebagai sebuah proses ditandai
dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu
mengubah dunia secara mendasar. Globalisasi sering diperbincangkan oleh banyak
orang, mulai dari para pakar ekonomi, sampai penjual iklan. Dalam kata
globalisasi tersebut mengandung suatu pengetian akan hilangnya satu situasi
dimana berbagai pergerakan barang dan jasa antar negara diseluruh dunia dapat
bergerak bebas dan terbuka dalam perdagangan. Dan dengan terbukanya satu negara
terhadap negara lain, yang masuk bukan hanya barang dan jasa, tetapi juga
teknologi, pola konsumsi, pendidikan, nilai budaya dan lain-lain. Konsep akan
globalisasi menurut Robertson (1992), mengacu pada penyempitan dunia secara
insentif dan peningkatan kesadaran kita akan dunia, yaitu semakin meningkatnya
koneksi global dan pemahaman kita akan koneksi tersebut. Di sini penyempitan
dunia dapat dipahami dalam konteks institusi modernitas dan intensifikasi
kesadaran dunia dapat dipersepsikan refleksif dengan lebih baik secara budaya.
Globalisasi memiliki banyak penafsiran dari berbagai sudut pandang. Sebagian
orang menafsirkan globalisasi sebagai proses pengecilan dunia atau menjadikan
dunia sebagaimana layaknya sebuah perkampungan kecil. Sebagian lainnya
menyebutkan bahwa globalisasi adalah upaya penyatuan masyarakat dunia dari sisi
gaya hidup, orientasi, dan budaya. Pengertian lain dari globalisasi seperti
yang dikatakan oleh Barker (2004) adalah bahwa globalisasi merupakan koneksi
global ekonomi, sosial, budaya dan politik yang semakin mengarah ke berbagai
arah di seluruh penjuru dunia dan merasuk ke dalam kesadaran kita. Produksi
global atas produk lokal dan lokalisasi produk global Globalisasi adalah proses
dimana berbagai peristiwa, keputusan dan kegiatan di belahan dunia yang satu
dapat membawa konsekuensi penting bagi berbagai individu dan masyarakat di
belahan dunia yang lain.(A.G. Mc.Grew, 1992). Proses perkembangan globalisasi
pada awalnya ditandai kemajuan bidang teknologi informasi dan komunikasi.
Bidang tersebut merupakan penggerak globalisasi. Dari kemajuan bidang ini
kemudian mempengaruhi sektor-sektor lain dalam kehidupan, seperti bidang
politik, ekonomi, sosial, budaya dan lain-lain. Contoh sederhana dengan
teknologi internet, parabola dan TV, orang di belahan bumi manapun akan dapat
mengakses berita dari belahan dunia yang lain secara cepat. Hal ini akan
terjadi interaksi antarmasyarakat dunia secara luas, yang akhirnya akan saling
mempengaruhi satu sama lain, terutama pada kebudayaan daerah,seperti kebudayaan
gotong royong,menjenguk tetangga sakit dan lain-lain. Globalisasi juga
berpengaruh terhadap pemuda dalam kehidupan sehari-hari, seperti budaya
berpakaian, gaya rambut dan sebagainya
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Dalam perkembangannya globalisasi menimbulkan berbagai masalah dalam
bidang kebudayaan,misalnya :
Ø hilangnya
budaya asli suatu daerah atau suatu negara
Ø terjadinya
erosi nilai-nilai budaya,
Ø menurunnya
rasa nasionalisme dan patriotisme
Ø hilangnya
sifat kekeluargaan dan gotong royong
Ø kehilangan
kepercayaan diri
Ø gaya hidup
kebarat-baratan
C. RUMUSAN MASALAH
A. apa pengaruh globalisasi terhadap budaya….?
B. apa perubahan globalisasi terhadap kebudayaan tradisional di
Indonesia….?
C. apa perubahan budaya dalam globalisasi kesenian….?
D. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan
makalah ini yaitu :
1. . Mengetahui pengaruh globalisasi terhadap
eksistensi kebudayaan daerah
2. Untuk
meningkatkan kesadaran remaja untuk menjunjung tinggi kebudayaan bangsa sendiri
karena kebudayaan merupakan jati diri bangsa
BAB
II
KERANGKA
TEORITIK DAN RUMUSAN HIPOTESIS
A. BATASAN ISTILAH
Dalam pembuatan makalah ini menggunakan istilah-istilah yang sudah
dimengerti oleh masyarakat banyak, adapun tujuan dari penggunaan
istilah-istilah tersebut yaitu untuk memudahkan pembaca dalam membaca makalah
ini.
B. SUDUT PANDANG PENDEKATAN
Sudut pandang yang kami gunakan dalam pembuatan mekalah ini yaitu sudut
pandang secara sosiologis dan psikologis yaitu pengaruh globalisasi pada
masyarakat umum dan sikap para pemuda dalam menyikapi pengaruh budaya asing.
C. KERANGKA BERPIKIR
Dalam pembuatan makalah ini kami menggunakan pola paragraf dari umum ke
khusus, dengan alasan agar pembaca merasa bingung dalam membaca karena dalam
membaca dimulai dari hal-hal yang ringan dulu baru meningkat ke hal-hal yang
lebih kompleks.
D. RUMUSAN HIPOTESIS
Adanya globalisasi yang memiliki dampak positif maupun negative, maka
perlu adanya tindak lanjut dalam menyikapi globalisasi tersebut. Adapun
tindakan-tindakan yang dapat dilakukan yaitu :
1. Menambah porsi pengetahuan tentang kebudayaan
bangsa di sekolah-sekolah baik mulai dari tingkat SD sampai perguruan tinggi
2. Menyeleksi kemunculan globalisasi kebudayaan
baru, sehingga budaya yang masuk tidak merugikan dan berdampak negative.
3. Mengadakan berbagai pertunjukan kubudayaan
4. Membatasi acara-acara yang dapat memunculkan rasa
cinta terhadap budaya asing.
BAB
III PEMBAHASAN
A. GLOBALISASI DAN BUDAYA
Kebudayaan
adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi system
idea tau gagasan yang terdapat dalam fikiran manusia,sehingga kebudayaan itu
bersifat abstrak. Perwujudan dari kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan
oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya yang berupa perilaku maupun
benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola perilaku, bahasa, organisasi
social, kesenian dan lain sebagainya yang berfungsi untuk menunjang kehidupan
bermasyrakatnya. Kebudayaan dari barat saat ini sudah mendominasi segala aspek
kehidupan pada masyarakat Indonesia. Peradaban yang disebarkan oleh barat telah
mengacu terhadap segala hal dan hal itu telah menguasai dunia tak terkecuali
bangsa Indonesia, peradaban bangsa kita saat ini secara perlahan mulai
mengikuti kebudayaan bangsa barat.
Kebudayaan
barat masuk ke Indonesia disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya adalah
kerana adanya krisis globalisasi yang telah meracuni sebagian besar masyarakat
Indonesia. Siapa yang bisa menolak segala kemajuan yang ditawarkan oleh
peradaban barat. Pengaruh kebudayaan barat berjalan sangat cepat dan
menyeluruh. Tentunya hal itu akan menimbulkan pengaruh yang sangat luas pada
system social dan budaya masyrakat Indonesia. Pengaruh yang berjalan begitu
cepat tersebut menimbulkan terjadinya goncangan social atau culture
shock yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menhan
berbagai pengaruh kebudayaan yang dating dari luar sehingga terjadi
ketidakseimbangan di dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Adanya
penyerapan unsure budaya dari luar yang dilakukan secara cepat dan tidak
melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menimbulkan
ketimpangan antara wujud yang ditampilkan dan nilai-nilai yang menjadi
landasannya atau yang biasa disebut sebagai ketimpangan budaya. Setiap
peradaban akan saling mempengaruhi. Peradaban yang dianggap lebih maju cenderung
memiliki pengaruh yang lebih luas bagi peradaban-peradaban yang lain.
Budaya
barat yang masuk ke Indonesia menimbulkan multi efek. Perkembangan
tekhnologi dan masuknya budaya barat ke Indonesia, tanpa disadari secara
perlahan telah menghancurkan kebudayaan bangsa Indonesia. Rendahnya pengetahuan
menyebabkan akulturasi kebudayaan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur
yang terkandung didalam kebudayaan bangsa Indonesia. Masuknya kebudayaan barat
tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah/apa adanya,
mengakibatkan terjadinya degredasi yang sangat luar biasa terhadap kebudayaan
asli.
Budaya
asli Indonesia secara perlahan mulai punah, berbagai budaya barat yang
menghantarkan kita untuk hidup modern yang meninggalkan segala hal yang tradisional,
hal ini memicu orang bersifat antara lain sebagai sikap individualis,
matrealistis dan hedonisme.
Gaung globalisasi, yang sudah
mulai terasa sejak akhir abad ke-20, telah membuat masyarakat dunia, termasuk
bangsa Indonesia harus bersiap-siap menerima kenyataan masuknya pengaruh luar
terhadap seluruh aspek kehidupan bangsa. Salah satu aspek yang terpengaruh
adalah kebudayaan. Terkait dengan kebudayaan, kebudayaan dapat diartikan
sebagai nilai-nilai (values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang
dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Atau kebudayaan juga
dapat didefinisikan sebagai wujudnya, yang mencakup gagasan atau ide, kelakuan
dan hasil kelakuan (Koentjaraningrat), dimana hal-hal tersebut terwujud dalam
kesenian tradisional kita. Oleh karena itu nilai-nilai maupun persepsi
berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat
dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila
disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada
dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran
dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari
kebudayaan Bagi bangsa Indonesia aspek kebudayaan merupakan salah satu kekuatan
bangsa yang memiliki kekayaan nilai yang beragam, termasuk keseniannya.
Kesenian rakyat, salah satu bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia tidak luput
dari pengaruh globalisasi. Globalisasi dalam kebudayaan dapat berkembang dengan
cepat, hal ini tentunya dipengaruhi oleh adanya kecepatan dan kemudahan dalam
memperoleh akses komunikasi dan berita namun hal ini justru menjadi bumerang
tersendiri dan menjadi suatu masalah yang paling krusial atau penting dalam
globalisasi, yaitu kenyataan bahwa perkembangan ilmu pengertahuan dikuasai oleh
negara-negara maju, bukan negara-negara berkembang seperti Indonesia. Mereka
yang memiliki dan mampu menggerakkan komunikasi internasional justru
negara-negara maju. Akibatnya, negara-negara berkembang, seperti Indonesia
selalu khawatir akan tertinggal dalam arus globalisai dalam berbagai bidang
seperti politik, ekonomi, sosial, budaya, termasuk kesenian kita. Wacana
globalisasi sebagai sebuah proses ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi sehingga ia mampu mengubah dunia secara mendasar.
Komunikasi dan transportasi internasional telah menghilangkan batas-batas
budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada
globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara
menyeluruh. Simon Kemoni, sosiolog asal Kenya mengatakan bahwa globalisasi
dalam bentuk yang alami akan meninggikan berbagai budaya dan nilai-nilai
budaya. Dalam proses alami ini, setiap bangsa akan berusaha menyesuaikan budaya
mereka dengan perkembangan baru sehingga mereka dapat melanjutkan kehidupan dan
menghindari kehancuran. Tetapi, menurut Simon Kimoni, dalam proses ini,
negara-negara harus memperkokoh dimensi budaya mereka dan memelihara struktur
nilai-nilainya agar tidak dieliminasi oleh budaya asing. Dalam rangka ini,
berbagai bangsa haruslah mendapatkan informasi ilmiah yang bermanfaat dan
menambah pengalaman mereka. Terkait dengan seni dan budaya, Seorang penulis
asal Kenya bernama Ngugi Wa Thiong’o menyebutkan bahwa perilaku dunia Barat,
khususnya Amerika seolah-olah sedang melemparkan bom budaya terhadap rakyat
dunia. Mereka berusaha untuk menghancurkan tradisi dan bahasa pribumi sehingga
bangsa-bangsa tersebut kebingungan dalam upaya mencari indentitas budaya
nasionalnya. Penulis Kenya ini meyakini bahwa budaya asing yang berkuasa di
berbagai bangsa, yang dahulu dipaksakan melalui imperialisme, kini dilakukan
dalam bentuk yang lebih luas dengan nama globalisasi.
B.PENGARUH GLOBALISASI DALAM KEBUDAYAAN TRADISIONAL DI
INDONESIA
Kebudayaan
lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus
tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya.
Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang
sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya
zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya,
masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis
dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak
faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya
masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya
merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian
bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya
lokal mulai dilupakan.
Faktor
lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya
peranan budaya lokal. Budaya lokal adalah identitas bangsa. Sebagai identitas
bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar
tidak dapat diakui oleh negara lain. Walaupun demikian, tidak menutup
kemungkinan budaya asing masuk asalkan sesuai dengan kepribadian negara karena
suatu negara juga membutuhkan input-input dari negara lain yang akan
berpengaruh terhadap perkembangan di negranya.
Dimasa
sekarang ini banyak sekali budaya-budaya kita yang mulai menghilang sedikit
demi sedikit.Hal ini sangatlah berkaitan erat dngan masuknya budaya-budaya ke
dalam budaya kita.Sebagai contoh budaya dalam tata cara berpakaian.Dulunya
dalam budaya kita sangatlah mementingkan tata cara berpakaian yang sopan dan
tertutup.Akan tetapi akaibat masuknya budaya luar mengakibatkan budaya tersebut
berubah.Sekarang berpakaian yang menbuka aurat serasa sudah menjadi kebiasaan
yang sudah melekat erat didalam masyarakat kita.Sebagai contoh lain jenis-jenis
makanan yang kita konsumsi juga mulai terpengaruh budaya luar.Masyarakat
sekarang lebih memilih makanan-makanan yang berasal dari luar seperti KFC,steak,burger,dan
lain-lain.Masyarakat menganggap makanan-makanan tersebut higinis,modern,dan
praktis.Tanpa kita sadari makanan-makanan tersebut juga telah menjadi menu
keseharian dalam kehidupan kita.Hal ini mengakibatkan makin langkanya berbagai
jenis makanan tradisional.Bila hai ini terus terjadi maka tak dapat dihindarkan
bahwa anak cucu kita kelak tidak tahu akan jenis-jenis makanan tradisional yang
berasal dari daerah asal mereka.
Tugas
utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan,
menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat
memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya
budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal
yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.
Proses
saling mempengaruhi adalah gejala yang wajar dalam interaksi antar masyarakat.
Melalui interaksi dengan berbagai masyarakat lain, bangsa Indonesia ataupun
kelompok-kelompok masyarakat yang mendiami nusantara (sebelum Indonesia
terbentuk) telah mengalami proses dipengaruhi dan mempengaruhi. Kemampuan
berubah merupakan sifat yang penting dalam kebudayaan manusia. Tanpa itu
kebudayaan tidak mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang senantiasa
berubah. Perubahan yang terjadi saat ini berlangsung begitu cepat. Hanya dalam
jangka waktu satu generasi banyak negara-negara berkembang telah berusaha
melaksanakan perubahan kebudayaan, padahal di negara-negara maju perubahan
demikian berlangsung selama beberapa generasi. Pada hakekatnya bangsa
Indonesia, juga bangsa-bangsa lain, berkembang karena adanya pengaruh-pengaruh
luar. Kemajuan bisa dihasilkan oleh interaksi dengan pihak luar, hal inilah
yang terjadi dalam proses globalisasi. Oleh karena itu, globalisasi bukan hanya
soal ekonomi namun juga terkait dengan masalah atau isu makna budaya dimana
nilai dan makna yang terlekat di dalamnya masih tetap berarti.. Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti
anekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman
masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi
keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai
kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat
khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam
masyarakat.
C. PERUBAHAN globalisasi terhadap kesenian budaya
Perubahan
budaya yang terjadi di dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari
masyarakat tertutup menjadi masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai
yang bersifat homogen menuju pluralisme nilai dan norma social merupakan salh
satu dampak dari adanya globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah
mengubah dunia secara mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi
internasional telah menghilangkan batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan
setiap bangsa cenderung mengarah kepada globalisasi dan menjadi peradaban dunia
sehingga melibatkan manusia secara menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam
bidang hiburan massa atau hiburan yang bersifat masal, makna globalisasi itu
sudah sedemikian terasa.
Sekarang
ini setiap hari kita bisa menyimak tayangan film di tv yang bermuara dari
negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea, dll melalui stasiun
televisi di tanah air. Belum lagi siaran tv internasional yang bisa ditangkap
melalui parabola yang kini makin banyak dimiliki masyarakat Indonesia.
Sementara itu, kesenian-kesenian populer lain yang tersaji melalui kaset, vcd,
dan dvd yang berasal dari manca negara pun makin marak kehadirannya di
tengah-tengah kita. Fakta yang demikian memberikan bukti tentang betapa
negara-negara penguasa teknologi mutakhir telah berhasil memegang kendali dalam
globalisasi budaya khususnya di negara ke tiga. Peristiwa transkultural seperti
itu mau tidak mau akan berpengaruh terhadap keberadaan kesenian kita. Padahal
kesenian tradisional kita merupakan bagian dari khasanah kebudayaan nasional
yang perlu dijaga kelestariannya. Di saat yang lain dengan teknologi informasi
yang semakin canggih seperti saat ini, kita disuguhi oleh banyak alternatif
tawaran hiburan dan informasi yang lebih beragam, yang mungkin lebih menarik
jika dibandingkan dengan kesenian tradisional kita. Dengan parabola masyarakat
bisa menyaksikan berbagai tayangan hiburan yang bersifat mendunia yang berasal
dari berbagai belahan bumi. Kondisi yang demikian mau tidak mau membuat semakin
tersisihnya kesenian tradisional Indonesia dari kehidupan masyarakat Indonesia
yang sarat akan pemaknaan dalam masyarakat Indonesia. Misalnya saja
bentuk-bentuk ekspresi kesenian etnis Indonesia, baik yang rakyat maupun
istana, selalu berkaitan erat dengan perilaku ritual masyarakat pertanian.
Dengan datangnya perubahan sosial yang hadir sebagai akibat proses
industrialisasi dan sistem ekonomi pasar, dan globalisasi informasi, maka
kesenian kita pun mulai bergeser ke arah kesenian yang berdimensi komersial.
Kesenian-kesenian yang bersifat ritual mulai tersingkir dan kehilangan
fungsinya. Sekalipun demikian, bukan berarti semua kesenian tradisional kita
lenyap begitu saja. Ada berbagai kesenian yang masih menunjukkan eksistensinya,
bahkan secara kreatif terus berkembang tanpa harus tertindas proses
modernisasi. Pesatnya laju teknologi informasi atau teknologi komunikasi telah
menjadi sarana difusi budaya yang ampuh, sekaligus juga alternatif pilihan
hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik
lagi menikmati berbagai seni pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab
dengan kehidupan mereka. Misalnya saja kesenian tradisional wayang orang
Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi
seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal ini sangat disayangkan mengingat wayang
merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional Indonesia yang sarat dan kaya
akan pesan-pesan moral, dan merupakan salah satu agen penanaman nilai-nilai
moral yang baik, menurut saya. Contoh lainnya adalah kesenian Ludruk yang
sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa Timur sekarang ini tengah
mengalami “mati suri”.
Wayang
orang dan ludruk merupakan contoh kecil dari mulai terdepaknya kesenian
tradisional akibat globalisasi. Bisa jadi fenomena demikian tidak hanya dialami
oleh kesenian Jawa tradisional, melainkan juga dalam berbagai ekspresi kesenian
tradisional di berbagai tempat di Indonesia. Sekalipun demikian bukan berarti
semua kesenian tradisional mati begitu saja dengan merebaknya globalisasi. Di
sisi lain, ada beberapa seni pertunjukan yang tetap eksis tetapi telah
mengalami perubahan fungsi. Ada pula kesenian yang mampu beradaptasi dan
mentransformasikan diri dengan teknologi komunikasi yang telah menyatu dengan
kehidupan masyarakat, misalnya saja kesenian tradisional “Ketoprak” yang
dipopulerkan ke layar kaca oleh kelompok Srimulat. Kenyataan di atas
menunjukkan kesenian ketoprak sesungguhnya memiliki penggemar tersendiri,
terutama ketoprak yang disajikan dalam bentuk siaran televisi, bukan ketoprak
panggung. Dari segi bentuk pementasan atau penyajian, ketoprak termasuk
kesenian tradisional yang telah terbukti mampu beradaptasi dengan perubahan
zaman.
Selain
ketoprak masih ada kesenian lain yang tetap bertahan dan mampu beradaptasi dengan
teknologi mutakhir yaitu wayang kulit. Beberapa dalang wayang kulit terkenal
seperti Ki Manteb Sudarsono dan Ki Anom Suroto tetap diminati masyarakat, baik
itu kaset rekaman pementasannya, maupun pertunjukan secara langsung. Keberanian
stasiun televisi Indosiar yang sejak beberapa tahun lalu menayangkan wayang
kulit setiap malam minggu cukup sebagai bukti akan besarnya minat masyarakat
terhadap salah satu khasanah kebudayaan nasional kita. Bahkan Museum Nasional
pun tetap mempertahankan eksistensi dari kesenian tradisonal seperti wayang
kulit dengan mengadakan pagelaran wayang kulit tiap beberapa bulan sekali dan
pagelaran musik gamelan tiap satu minggu atau satu bulan sekali yang diadakan
di aula Kertarajasa, Museum Nasional.
BAB
IV PENUTUP
A. KESIMPULAN
A. Kesimpulan pembahasan 1
Pengaruh globalisasi disatu
sisi menimbulkan pengaruh yang negatif bagi kebudayaan bangsa Indonesia.
Norma-norma yang tertanam didalam kebudayaan bangsa Indonesia perlahan-lahan
mulai pudar. Berkembanganya teknologi disertai nilai-nilai interinsik yang diberlakukan
di dalamnya, telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya
menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Radhakrishnan dalam bukunya
Eastern Religion and Western Though (1924) menyatakan “untuk pertama kalinya
dalam sejarah umat manusia, kesadaran akan kesatuan dunia telah menghentakkan
kita, entah suka atau tidak, Timur dan Barat telah menyatu dan tidak pernah
lagi terpisah. Artinya adalah bahwa antara barat dan timur tidak ada lagi perbedaan. Atau dengan kata lain kebudayaan kita dilebur
dengan kebudayaan asing. Apabila timur dan barat bersatu,maka secara tidak
langsung budaya yang terdapat didalam kebudayaan timur secara perlahan akan
luntur karena kebudayaan barat telah berorientasi pada kemajuan dan kemudahan.
Sikap-sikap yang negative akan terus berkembang dimasyarakat,seperti
individualis, matrialistis dan hedonis.
B. KESIMPULAN PEMBAHASAN 2
Kebudayaan
lokal Indonesia yang sangat beranekaragam menjadi suatu kebanggaan sekaligus
tantangan untuk mempertahankan serta mewarisi kepada generasi selanjutnya.
Budaya lokal Indonesia sangat membanggakan karena memiliki keanekaragaman yang
sangat bervariasi serta memiliki keunikan tersendiri. Seiring berkembangnya
zaman, menimbulkan perubahan pola hidup masyakat yang lebih modern. Akibatnya,
masyarakat lebih memilih kebudayaan baru yang mungkin dinilai lebih praktis
dibandingkan dengan budaya lokal.
Banyak
faktor yang menyebabkan budaya lokal dilupakan dimasa sekarang ini, misalnya
masuknya budaya asing. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya
merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian
bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya
lokal mulai dilupakan.
C. KESIMPULAN PEMBAHASAN 3
Perubahan budaya yang terjadi di
dalam masyarakat tradisional, yakni perubahan dari masyarakat tertutup menjadi
masyarakat yang lebih terbuka, dari nilai-nilai yang bersifat homogen menuju
pluralisme nilai dan norma social merupakan salh satu dampak dari adanya
globalisasi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia secara
mendasar. Komunikasi dan sarana transportasi internasional telah menghilangkan
batas-batas budaya setiap bangsa. Kebudayaan setiap bangsa cenderung mengarah kepada
globalisasi dan menjadi peradaban dunia sehingga melibatkan manusia secara
menyeluruh. Misalnya saja khusus dalam bidang hiburan massa atau hiburan yang
bersifat masal, makna globalisasi itu sudah sedemikian terasa.
Pesatnya laju teknologi informasi
atau teknologi komunikasi telah menjadi sarana difusi budaya yang ampuh,
sekaligus juga alternatif pilihan hiburan yang lebih beragam bagi masyarakat
luas. Akibatnya masyarakat tidak tertarik lagi menikmati berbagai seni
pertunjukan tradisional yang sebelumnya akrab dengan kehidupan mereka. Misalnya
saja kesenian tradisional wayang orang Bharata, yang terdapat di Gedung Wayang
Orang Bharata Jakarta kini tampak sepi seolah-olah tak ada pengunjungnya. Hal
ini sangat disayangkan mengingat wayang merupakan salah satu bentuk kesenian
tradisional Indonesia yang sarat dan kaya akan pesan-pesan moral, dan merupakan
salah satu agen penanaman nilai-nilai moral yang baik, menurut saya. Contoh
lainnya adalah kesenian Ludruk yang sampai pada tahun 1980-an masih berjaya di Jawa
Timur sekarang ini tengah mengalami “mati suri”.
B. SARAN – SARAN
Dari hasil pembahasan diatas, dapat dilakukan
beberapa tindakan untuk mencegah terjadinya pergeseran kebudayaan yaitu :
1. Pemerintah perlu mengkaji ulang
perturan-peraturan yang dapat menyebabkan pergeseran budaya bangsa
2. Masyarakat perlu berperan aktif
dalam pelestarian budaya daerah masing-masing khususnya dan budaya bangsa pada
umumnya
3. Para pelaku usaha media massa
perlu mengadakan seleksi terhadap berbagai berita, hiburan dan informasi yang
diberikan agar tidak menimbulkan pergeseran budaya
4. Masyarakat perlu menyeleksi
kemunculan globalisasi kebudayaan baru, sehingga budaya yang masuk tidak
merugikan dan berdampak negative. 5. Masyarakat harus berati-hati dalam meniru
atau menerima kebudayaan baru, sehingga pengaruh globalisasi di negara kita
tidak terlalu berpengaruh pada kebudayaan yang merupakan jati diri bangsa kita.
C. DAFTAR PUSTAKA
1. Kuntowijoyo, Budaya Elite dan
Budaya Massa dalam Ecstasy Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat
Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
2. Sapardi Djoko Damono,
Kebudayaan Massa dalam Kebudayaan Indonesia: Sebuah Catatan Kecil dalam Ecstasy
Gaya Hidup: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia, Mizan 1997.
3. Fuad Hassan. “Pokok-pokok
Bahasan Mengenai Budaya Nusantara Indonesia”. Dalam http://kongres.budpar.go.id/news/article/Pokok_pokok_bahasan.htm,
didownload 7/15/04.
4. Koenjaraningrat. 1990. Kebudayaan
Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.
5. Adeney, Bernard T. 1995. Etika
Sosial Lintas Budaya. Yogyakarta: Kanisius. Al-Hadar Smith, “Syariah dan
Tradisi Syi’ah Ternate”, dalam http://alhuda.or.id/rub_budaya.htm , didown
load 7/15/04. 6. http://www.google=pengaruh globalisasi terhadap eksistensi kebudayaan daerah.com/
Jumat, 28 November 2014
TUGAS PKn SISTEM PEMERINTAHAN AFRIKA SELATAN DAN AUSTRALIA
SISTEM PEMERINTAHAN AFRIKA SELATAN DAN AUSTRALIA
Republik Afrika
Selatan adalah
sebuah negara di Afrika bagian selatan. Afrika Selatan
bertetangga dengan Namibia, Botswana dan Zimbabwe di
utara, Mozambik dan Swazilanddi timur laut. Keseluruhan
negara Lesotho terletak di pedalaman Afrika Selatan.
Pada masa
dahulu, pemerintahan negara ini dikecam karena politik 'apartheidnya tetapi
sekarang Afrika Selatan adalah sebuah negara demokratis dengan penduduk
kulit putih terbesar di benua Afrika.
Afrika Selatan merupakan negara demokrasi konstitusional dengan sistem
tiga tingkat dan institusi kehakiman yang bebas. Terdapat tiga peringkat
yaitu nasional, wilayah dan pemerintahan lokal yang mempunyai badan
legislatif serta eksekutif dengan daerah kekuasaan
masing-masing.
Hubungan RI-Afrika Selatan
Hubungan Indonesia -Afrika Selatan sudah terjalin baik sejak
tahun 1994 ketika kedua negara menandatangani komunike bersama
pembukaan hubungan diplomatik. Secara politis, Indonesia ikut mendukung
perjuangan Kongres Nasional Afrika (ANC), partai yang dulu
dipimpin Nelson Mandela, untuk menentang apartheid.
Sejak zaman Presiden soharto sampai Megawati Soekarnoputri, kunjungan ke Afrika
Selatan sudah pernah dilakukan. Begitu sebaliknya, Mandela setidaknya dua kali
ke Indonesia, yakni ketika masih menjadi presiden (1997) dan setelah tak
menjadi presiden (2002).
Belakangan ini secara bergantian sejumlah pejabat kedua negara juga saling
berkunjung. Yang terakhir, Presiden Afrika Selatan mengunjungi RI pada April
2005, dan kunjungan mantan presiden Indonesia Megawati Soekarnoputri pada waktu
yang hampir bersamaan untuk menerima sebuah penghargaan pejuang kemerdekaan. Ia
mewakili almarhum ayahnya, Ir. Soekarno.
Sementara itu sejumlah pejuang kemerdekaan dari berbagai belahan dunia
(diwakili oleh anak/keluarga terdekat) juga diundang di acara penghargaan ini,
seperti Indira Gandhi, dan anak perempuan dari Jawarharlal Nehru dari India.
PETA KEDUDUKAN :
1. KEDUDUKAN PRESIDEN/RAJA/KAISAR
1. KEDUDUKAN PRESIDEN/RAJA/KAISAR
Presiden Afrika Selatan memegang dua
jabatan yaitu sebagai Kepala Negara dan juga Kepala Pemerintahan. Ia dipilih
sewaktu Majelis Nasional (National Assembly) dan Majelis
Provinsi-provinsi Nasional (National Council of Provinces) bergabung.
Lazimnya, Presiden adalah pemimpin partai mayoritas di Parlemen.
National
Assembly mempunyai 400 anggota yang dipilih melalui
pemilu secara perwakilan proporsional. National Council of Provinces,
yang telah menggantikan Senat pada1997, terdiri dari 90 anggota yang mewakili setiap 9 provinsi
termasuk kota-kota besar di Afrika Selatan.
Di Afrika
Selatan, pemilu diadakan
setiap 5 tahun dan setiap rakyat berusia 18 tahun ke atas diwajibkan untuk
ikut. Pemilu terakhir ialah pada April 2004, di mana partai ANC berhasil memenangkan 69,68% kursi
di parlemen. Partai ini bersama Partai Kebebasan Inkatha (6,97%) telah
membentuk aliansi pemerintahan. Partai-partai oposisi utama termasuk Aliasi
Demokrat (12,37%), Gerakan Demokratik Bersatu atau UDM (2,28%), Demokrat Bebas
atau ID (1,73%), Partai Nasional Baru atau NNP (1,65%) dan Partai Demokratik
Kristen Afrika atau ACDP (1,6%).
2. KEDUDUKAN DPR/PARLEMEN
Parlemen di
Afrika Selatan terdiri dari dua bagian, yaitu majelis nasional dan dewan
nasional provinsi.
Majelis
Nasional adalah majelis rendah dari Parlemen Afrika Selatan, yang terletak di
Cape Town, Western Cape Propinsi. Ini terdiri dari tidak kurang dari 350 dan
tidak lebihy dari 400 anggota. Hal ini dipilih setiap lima tahun menggunakan
daftar partai perwakilan proporsional sistem, dimana setengah dari anggotanya
dipilih secara proporsional dari 9 daftar provinsi sisa separuh dari daftar
nasional untuk memulihkan proporsionalitas. Majelis Nasional dipimpin oleh
seorang ketua, dibantu oleh wakil ketua.
Dewan
Nasional Provinsi adalah dewan pemerintahan yang berada ditingkat provinsi.
3. SISTEM PERTANGGUNGJAWABAN
MENTERI
Afrika Selatan menggunakan Kabinet Presidensial.
Dimana Kabinet Presidensial adalah suatu kabinet yang pertanggungjawaban atas
kebijaksanaan pemerintah dipegang oleh Presiden. Presiden merangkap jabatan
sebagai kepala pemerintah, sehingga para menteri tidak bertanggungjawab kepada
parlemen/DPR, melainkan kepada Presiden.
1. Ciri-ciri sistem pemerintahan Afrika
Selatan
a.
Afrika
selatan menerapkan sistem politik demokrasi anti-apartheid
b. Bentuk negara Afrika selatan adalah
kesatuan
c.
Bentuk
pemerintahan negara Afrika selatan adalah republik
d. Sistem pemerintahan negara Afrika
selatan adalah presidensial
e.
Parlemen
di Afrika terdiri dari 2 bagian yaitu, majelis nasional dan dewan nasional provinsi
f.
Setiap
provinsi di Afrika Selatan memiliki satu penggubal UU negeri dan majelis
eksekutif yang diketuai oleh Perdana Menteri
g.
Presiden
merupakan pemimpin partai mayoritas di parlemen
h. Presiden sebagai kepala negara dan
kepala pemerintahan
i.
Sistem
pemilu secara perwakilan proporsional
j.
Pemilu
diadakan setiap 5 tahun sekali dan rakyat yang berumur 18 tahun ke atas diwajibkan
untuk ikut
k. Pemilu terakhir pada April 2004,
dimana partai ANC memenangkan kursi parlemen (69,68%)
l.
Partai ANC
bersama partai kebebasan Inkatha (6,97%) membentuk aliansi pemerintahan.
m. Partai oposisi utama termasuk :
Aliansi demokrat (12,37%), Demokrat bebas atau ID (1,73%), Partai Nasional Baru
atau NNP (1,65%), dan Partai Demokratik Kristen Afrika atau ACDP (1,6%)
n. Jumlah lembaga legislatif di Afrika
selatan adalah 400
o. Afrika selatan memiliki 3 ibukota
yaitu legislatif, ekskutif dan yudikatif
p. Sistem kepartaiannya multipartai
q. Perdana menteri sebagai kepala
eksekutif di masing-masing provinsi
r.
Para
menteri bertanggung jawab kepada presiden
s.
Jumlah
provinsi di Afrika selatan ada 9
t.
Jumlah
anggota dewan nasional adalah 310
2. Ciri-ciri sistem pemerintahan
Australia
a.
Australia
terdiri dari 6 negara bagian yang menjadi negara federasi
b. Sistem parlemen yang terdiri dari
dewan perwakilan dan senat
c.
Kekuasaan
eksekutif dijalankan oleh menteri yang diangkat oleh parlemen
d. Menteri bertanggungjawab penuh pada
parlemen
e.
Kepala
negara Australia adalah kepala negara inggris
f.
Australia
merupakan negara persemakmuran inggris
g.
Australia
memiliki konstitusi tertutulis/UUD
h. UUD Australia berisi rumusan
tanggungjawab pemerintah federal, yang mencakup hubungan luar negeri,
perdagangan, pertahanan dan imigrasi
i.
Sistem
pemerintahan Australia dibangun atas tradisi demokrasi liberal
j.
Bentuk
pemerintahan : monarki konstitutional
k. Sistem pemerintahan : parlementer
l.
Bentuk
negara : federasi
m. Terdapat 3 tingkat pemerintahan di
Australia yaitu, federal, negara bagian/teritori, lokal
n. Pemerintah Federal menerapkan
hukum yang dibuat oleh parlemen persemakmuran yang mencakup bidang
perdagangan,karantina,mata uang, paten, perkawinan,
imigrasi,pertahanan,telekomunikasi,dan penyediaan kesejahteraan dan pembayaran
bantuan lain
o. Negara bagian Australia(New south
wales, victoria, queensland, south australia, western australia,dan tasmania)
dan teritori(northern territory dan australian capital territory) bertanggung
jawab dalam hal pembuatan kebijakan ,sekolah umum,jalan dan lalu lintas,
RS umum, perumahan umum, dan peraturan bisnis
p. Pemerintah lokal berbentuk kota,
dewankota, atau shire yang bertanggungjawab untuk perencanaan kota,pesetujuan
bangunan,jalan lokal,parkir,perpustakaan,toilet umum, air dan
selokan,pembuangan sampah, hewan peliharaan dan fasilitas umum.
q. Pajak lokal dipungut dari pemilik
rumah berdasarkan nilai rumah mereka, pajak ini digunakan untuk membayar
berbagai layanan yang disediakan. Pemerintah lokal juga memungut biaya parkir.
r.
Memiliki
parlemen yang bikameral terdiri dari senat yang berisi 76 senator, dan sebuah
dewan perwakilan yang memiliki 150 anggota
s.
Setiap
negara bagian diwakili 12 senator yang masa jabatannya 6 tahun yang saling
tertindih
t.
Pemilihan
anggota parlemen diadakan 3 tahun sekali dan hanya setengah dari kursi senat
yang diperebutkan
u. Pemerintah dibentuk dewan
perwakilan, dan pemimpin partai atau koalisi mayoritas dalam dewan adalah
perdana menteri
Persamaan dan Perbedaan
sistem pemerintahan Afrika Selatan dengan Indonesia
|
No.
|
Keterangan
|
Sistem Pemerintahan
Indonesia
|
Sistem Pemerintahan
Afrika Selatan
|
|
1.
|
Bentuk negara
|
Kesatuan dengan otonomi luas
|
Kesatuan dengan 9 provinsi
|
|
2.
|
Bentuk pemerintahan
|
Republik
|
Republik
|
|
3.
|
Sistem pemerintahan
|
Pesidensial untuk masa jabatan 5 tahun
|
Presidensial untuk masa jabatan 5 tahun
|
|
4.
|
Eksekutif
|
Presiden sebagai kepala negara dan kepala
pemerintahan yang dipilih langsung oleh rakyat
|
Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan
yang dipilih oleh Majelis Nasional
|
|
5.
|
Legislatif atau parlemen
|
Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan DPD
menjadi anggota MPR
|
Bikameral, terdiri dari Majelis Nasional dan Dewan
Nasional Provinsi
|
|
6.
|
Yudikatif
|
Mahkamah Agung, badan peradilan dibawahnya, dan
Mahkamah Konstitusi
|
Constitutional Court dan spreme court
|
PERSAMAAN:
1. Persamaan Lambang Negara
Persamaan Lambang Negara Antara Indonesia dan Afrika Selatan terletak pada Bentuk Dasarnya, yaitu sama-sama berbentuk burung yang kepalanya sama-sama menghadap ke kanan serta burungnya sama-sama memiliki jambul dibelakang kepalanya.
2. Persamaan Semboyan Negara
Semboyan Negara Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika,
sedangkan Semboyan Negara Afrika Selatan adalah Ike E Xarra Ike.
lepas dari persamaan Ika dan Ike, kedua semboyan negara ini memiliki arti yang sama, yaitu sama-sama Walau Berbeda-beda tapi Tetap Satu alias Unity in Diversity.
3. Persamaan Kedudukan Regional
Berdasarkan Pendapatan Negara atau GDP, Di Asia Tenggara Indonesia merupakan negara terkaya, bukan? Indonesia juga merupakan pemimpin ASEAN dimana sekretariat ASEAN berada di Indonesia, bukan?
sama-sama halnya dengan Afrika Selatan, di Afrika sana, Afrika Selatan merupakan negara terkaya dan African Union atau Uni Afrika, berpusat di Afrika Selatan.
4. Persamaan Penjajah
Afrika Selatan memang dijajah oleh Inggris. tapi tahukah anda siapa yang ngejajah afrika selatan sebelum inggris? yaitu Netherlands alias Belanda! mereka datang disana pada tahun 1652 atau sekitar abad ke-17 Belanda datang ke Indonesia juga sama-sama pada abad ke-17.
5. Persamaan Kekayaan Sumber Daya Alam
Indonesia dan Afrika Selatan sangat dilirik mancanegara karena sama-sama memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah. kalau Indonesia terkenal akan emasnya, maka afrika selatan terkenal akan berliannya. Mirisnya, SDA kedua negara ini sama-sama diambil oleh pihak asing.
Selain Persamaan-Persamaan diatas, ada lagi beberapa Persamaan kecil, diantaranya:
· Presiden SBY dan Presiden Jacob sama-sama
dipilih tahun 2009
· Sama-sama berada di bumi bagian Selatan
· Sama-sama memiliki banyak suku dan Bahasa
· Pemerintahannya sama-sama Republik Presidensial
· Afrika
Selatan merdeka karena terispirasi oleh kemerdekaan Indonesia
KELEBIHAN
NEGARA
INDONESIA DIBANDING AUSTRALIA
Kekuatan
Militer
Kekuatan
militer (fire power) meliputi segala aspek alat negara dan sumber daya yang terdapat
di suatu negara yang dapat difungsikan dengan segera untuk keperluan perang.
Perangkingan kekuatan militer yang dilakukan oleh Global Fire Power (GFP)
berdasarkan penilaian atas sejumlah indikator kekuatan militer, yaitu:
1. Kekuatan Personil
1. Kekuatan Personil
Dengan dukungan jumlah penduduk yang paling besar,
Indonesia nampaknya cukup unggul untuk menopang kekuatan personil. Hal ini
terlihat di seluruh sub personil berselisih cukup signifikan dengan
negara-negara tetangga. Indonesia masih memiliki peluang yang cukup besar untuk
mewujudkan bentuk perang gerilya, termasuk pertempuran kota, apabila pertahanan
terluar berhasil ditembus dan dikuasai musuh.
2.
Kekuatan Udara
Ada 3 sub kekuatan udara, yaitu total pesawat militer (seluruh
jenis pesawat militer), jumlah helikopter, dan lapangan udara. Berdasarkan
banyak pesawat militer, Thailand terlihat lebih unggul dengan jumlah pesawat
militer yang mencapai 913 unit. Thailand pun cukup unggul untuk jumlah
helikopter yang paling banyak, yaitu 443 unit. Indonesia bisa dikatakan cukup
unggul dengan memiliki lebih banyak lapangan udara yang berfungsi sebagai
pangkalan militer atau dapat difungsikan menjadi pangkalan militer.
3.
Kekuatan Darat
Ada 10 kunci dalam mengukur/mengetahui (potensi) kekuatan
darat dalam suatu pertempuran. Di dalamnya berisikan keseluruhan bentuk sistem
persenjataan darat, termasuk kendaraan logistik. Keseluruhannya akan sangat
dibutuhkan dalam pertempuran darat yang akan menghadapi musuh darat maupun
musuh dari udara.
4. Kekuatan Logistik
4. Kekuatan Logistik
Kekuatan logistik yang dimasukkan ke dalam daftar berikut
ini merupakan segala bentuk sumber daya yang dengan segera dapat dipersiapkan
untuk mendukung pertempuran langsung. Indonesia bisa dikatakan memiliki
keunggulan dalam aspek kekuatan logistik dengan melihat banyaknya angkatan
kerja (labor force) yang paling tinggi. Panjang akses jalan raya maupun kereta
api tidak selalu signifikan ukuran yang terlihat, karena tergantung dengan luas
wilayah dan kondisi pulau atau kepulauan.
5. Sumber Daya Alam
5. Sumber Daya Alam
Setiap pertempuran akan membutuhkan sumber daya alam
(energi), terutama untuk keperluan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Situasi
perang akan menyebabkan orientasi pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat
sipil akan dialihkan untuk keperluan militer. Di sinilah salah satu kunci
kekuatan dalam pertempuran, yaitu kekuatan negara dalam menguasai sumber daya
alamnya. ndonesia dikatakan memiliki paling banyak cadangan minyak, tetapi
jumlah penduduknya pun cukup besar, yaitu mencapai di atas 240 juta jiwa dengan
konsumsi per hari di atas 1 juta barel.
6. Kekuatan Finansial
6. Kekuatan Finansial
Perang ataupun persiapannya membutuhkan biaya yang tidak
sedikit, serta membutuhkan kemampuan pengelolaan keuangan nasional yang
memadai. Ada 3 unsur di dalam kekuatan finansial, yaitu anggaran pertahanan
(defense budget), cadangan devisa dan emas (reserve of foreign exchange and
gold), dan kemampuan pembayaran (purchasing power). Unsur yang paling perlu
dipehatikan adalah cadangan devisa dan belanja pertahanan. Indonesia memiliki
peluang yang paling besar untuk mentransformasikan aset-aset ekonominya dalam
membiayai dan mempersiapkan perang.
7. Kekuatan Geografis
7. Kekuatan Geografis
Salah satu kekuatan militer yang dibutuhkan dalam
peperangan adalah keunggulan geografis. Keunggulan tersebut dapat menjadi celah
pertahanan atau sebaliknya dimanfaatkan menjadi basis pertahanan. Sebagai
negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia lebih unggul dalam memiliki luas
wilayah perairan (waterways) dan garis pantai (coastline).
PERSAMAAN
ANTARA
NEGARA INDONESIA DENGAN AUSTRALIA
|
INDONESIA
|
AUSTRALIA
|
|
System pemerintahan
presidensial
|
System pemerintahan
parlementer
|
|
Negara kesatuan
|
Negara federasi
|
|
Bentuk pemerintahan
republik
|
Bentuk pemerintahan
monarki konstitusional
|
PERBEDAAN
ANTARA NEGARA INDONESIA DENGAN AUSTRALIA
|
INDONESIA
|
AUSTRALIA
|
|
|
1.
|
Presiden yang dipilih rakyat
memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang
terkait.
|
Legislatif: Parlemen Australia yang terdiri dari Gubernur-Jenderal,
Senat, dan Dewan Perwakilan.
|
|
2.
|
Presiden
dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap, tidak bisa saling
menjatuhkan.
|
Eksekutif: Dewan Eksekutif Federal; sang
Gubernur-Jenderal dinasehati para penasehat eksekutif, yang terdiri dari
perdana menteri dan para menteri. Biasanya Gubernur-Jenderal tidak akan
menolak nasehat-nasehat tersebut.
|
|
3.
|
Tidak
ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif.
|
Kejaksaan: Mahkamah Agung Australia dan
pengadilan-pengadilan federal lainnya.
|
|
4.
|
Bentuk
negara : Kesatuan dengan otonomi luas mempunyai 33 propinsi.
|
Bentuk
negara : Federal dan termasuk negara persemakmuran Inggris (Commonwealth)
yang terdiri atas 6 negara bagian dan 10 teritorial
|
|
5.
|
Bentuk
Pemerintahan : Republik
|
Bentuk
Pemerintahan : Republik
|
|
6.
|
Sistem
pemerintahan : Presidensial, dengan masa jabatan 5 tahun.
|
Sistem
pemerintahan : parlementer
|
|
7.
|
Eksekutif
: Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan yang dipilih
langsung oleh rakyat.
|
Eksekutif
: Kepala negara adalah Ratu Inggris. Kepala pemerintahan adalah perdana
menteri.
|
|
8.
|
Legislatif
/ parlemen : Bikameral, yaitu DPR dan DPD. Anggota DPR dan anggota DPD
menjadi anggota MPR.
|
Legislatif
/ parlemen : Bikameral, terdiri atas Majelis Tinggi (Senat) dan
Majelis Rendah (The House of Reprensentative)
|
|
9.
|
Yudikatif
: Mahkamah Agung dan badan-badan peradilan di bawahnya, dan sebuah
Mahkamah Konstitusi.
|
Yudikatif
: Supreme Court
|
Kelebihan sistem pemerintahan Indonesia
dibandingkan dengan sistem pemerintahan Afrika Selatan dan Australia
· Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan
mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan terkait
· Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang
sama, sehingga tidak bisa saling menjatuhkan
· Tidak ada status tumpang tindih antara badan eksekutif dan
legislatif
· Badan ekskutif lebih stabil karena tidak bergantung pada
parlemen
· Menteri tidak dapat dijatuhkan parlemen karena bertanggungjawab
pada presiden
· Pemerintah dapat leluasa karena tidak ada bayang-bayang krisis
kabinet
· Legislatif dapat diisi oleh orang luar termasuk anggota parlemen
sendiri
· Masa jabatan eksekutif lebih pasti, dengan jangka waktu tertentu
· Penyusun program kerja kabinet lebih mudah disesuaikan dengan
jangka waktu masa jabatannya
Soal serta pembahasan sistem Pemerintahan Afrika Selatan
& Australia
Soal
1. Afrika selatan menerapkan sistem politik anti perlakuan yang
berbeda terhadap jenis warna kulit , yang sering disebut...
a. Apartheid
b. Diskriminasi
c. Anti-apartheid
d. Konsolidasi
e. Integrasi
2. Bentuk negara Afrika selatan adalah....
a. Republik
b. Kesatuan
c. Monarki
d. Monarki konstitutional
e. Monarki parlementer
3. Bentuk pemerintahan dan Sistem pemerintahan negara
Afrika selatan adalah....
a. Republik, presidensial
b. Parlementer,monarki
c. Republik,presidensial
d. Republik,monarki
e. Kesatuan,parlementer
4. Parlemen di Afrika terdiri dari 2 bagian yaitu..
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
5. Pemilu di Afrika selatanterakhir pada April 2004, dimana
dimenangkan oleh partai...
a. partai ANC memenangkan kursi parlemen
b. partai kebebasan Inkatha
c. Aliansi demokrat
d. Demokrat bebas
e. Partai Nasional Baru atau NNP
6. Jumlah lembaga legislatif di Afrika selatan adalah...
a. 310
b. 400
c. 90
d. 410
e. 100
7. Afrika selatan memiliki 3 ibukota yaitu legislatif, ekskutif
dan yudikatif, ibukota yang diakui adalah...
a. CapeTown
b. Johannesburg
c. Pretoria
d. Bloemfontein
e. Victoria
8. Jumlah provinsi di Afrika selatan ada....
a. 33
b. 34
c. 3
d. 8
e. 9
9. Jumlah anggota dewan nasional di afrika selatah adalah ....
a. 400
b. 90
c. 310
d. 210
e. 410
10. Sistem kepartaian afrika selatan adalah...
a. Multipartai
b. Bipartai
c. Bilokal
d. Bikameral
e. Konstitutional
11. Australia terdiri dari ... negara bagian yang menjadi negara
federasi
a. 8
b. 6
c. 7
d. 9
e. 10
12. Menteri di australia bertanggungjawab penuh pada...
a. Presiden
b. DPR
c. Kepala negara
d. MA
e. Parlemen
13. Sistem parlemen Australia terdiri dari....
a. Senat dan dewan perwakilan
b. majelis nasional dan dewan nasional
c. majelis nasional dan dewan perwakilan
d. majelis nasional dan dewan nasional provinsi
e. Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi
14. Bentuk pemerintahan Australia adalah....
a. Parlementer
b. monarki konstitutional
c. presidensiil
d. monarki absolur
e. monarki parlementer
15. Terdapat 3 tingkat pemerintahan di Australia yaitu....
a. Presidensiil,parlementer,monarki
b. Monarki,absolut,fedral
c. federal, negara bagian/teritori, lokal
d. federal, negara bagian/teritori,monarki
e. presidensiil,monarki,federal
16. Setiap negara bagian di Australia diwakili 12 senator yang
masa jabatannya ... tahun
a. 8
b. 7
c. 6
d. 5
e. 4
17. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri dari
senat yang berisi ... senator
a. 100
b. 90
c. 310
d. 400
e. 76
18. Australia memiliki parlemen yang bikameral terdiri sebuah
dewan perwakilan yang memiliki ... anggota
a. 100
b. 90
c. 310
d. 150
e. 400
19. Pemilihan anggota parlemen di australia diadakan ... tahun
sekali
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
e. 7
20. Menerapkan hukum yang dibuat oleh parlemen
persemakmuran yang mencakup bidang perdagangan,karantina,mata uang, paten,
perkawinan, imigrasi,pertahanan,telekomunikasi,dan penyediaan kesejahteraan dan
pembayaran bantuan lain merupakan tugas...
a. DPR
b. MPR
c. Kepala negara
d. Pemerintah Federal
e. Senat
Langganan:
Postingan (Atom)


